Sisterly Love (full version) PART 2

04.12 Unknown 0 Comments

SISTERLY LOVE (full story version from Sisterly Love urban legend) PART 2


Helena sampai di rumah dan langsung lari ke kamarnya. Ary yang melihat keadaan Helena tidak beres, langsung menghampirinya dan memberinya segelas coklat hangat.
"Kenapa?" Tanya Ary lembut.
"Aku tidak punya pacar sekarang." 
"Apa? Bukannya baru saja tadi kau akan makan bersama pacarmu itu?"
"Tidak. Dia bukan pacarku."
"Loh? Tapi---"
"Sudahlah, Ary. Aku ingin istirahat. Terima kasih untuk coklat panasnya." 
Ary yang merasa diusir secara halus itu langsung keluar dari kamar Helena dan membawa nampan bekas coklat panasnya. "Sleep well, Helena."

....

"Ting nong.."
"Ting nong.." 
Suara bel rumah terdengar sangat nyaring. 

"Hhhh.. Manusia mana yang datang menghabiskan waktunya untuk mengunjungi rumah orang di Minggu pagi.." Helena bangkit dari posisinya yang terlentang di sofa lalu berjalan untuk membuka pintu. 
"Permisi, benar ini rumah Helena?" Ujar seorang lelaki berpostur tinggi dan berpakaian hitam-hitam itu. "Tampan," pikir Ary.
"Ya, benar. Anda siapa?" Terdengar langkah kaki dari tangga, lalu Helena tiba-tiba muncul di belakang Ary.
"Dia temanku, kak."
"Baiklah, kakak masuk ke dalam." Ucap Ary tidak ingin ikut campur.

"Apa perlumu?" Nada suara Helena terdengar begitu ketus.
"Apa maksudmu, aku adalah temanmu?"
"Ya. Sejak kemarin kita sudah menjadi teman, bukan?" 
"Aku tidak mengerti."
"Aku juga tidak mengerti apa maksudmu datang ke sini. Pulang lah." 
"Kau benar-benar keterlaluan. Memperlakukanku seenaknya, mengusirku semaunya, memutuskan sesuatu tanpa bertanya padaku!"
"Kau yang lebih keterlaluan!!! Coba bandingkan perilakumu dengan 5 bulan yang lalu. Kau memintaku menjadi pacarmu di lapangan sekolah, semua murid menjadi saksi. Kau mengucapkan kata-kata manis padaku, memberiku hadiah-hadiah yang perempuan lain sangat inginkan. Selepas itu, apa? Semakin ke sini, kau semakin bertindak tidak wajar!"
"Kau gila? Masa-masa romantis itu memang hanya ketika di awal pacaran. Selanjutnya itu tergantung bagaimana kau menjalaninya. Bertindak tidak sewajarnya apa maksudmu??!"
"Kau tidak lihat ini?? Bekas cubitanmu 2 hari yang lalu di mobil ketika aku hanya salah memesan minuman kesukaanmu!" Helena memperlihatkan lengannya yang terdapat banyak tanda biru.
"Dan di pipiku, ada bekas cakaranmu, ketika ada lelaki yang mendekatiku dan tiba-tiba mengajakku kenalan, kau langsung menarikku dan tiba-tiba mencakarku hingga daging di pipiku hampir kelihatan."
"Tidak usah membahas hal itu!! Bukan itu yang kita bicarakan sekarang." Wajah Lorri memerah, tampaknya marah dengan semua perkataan jujur dari Helena.
"Kau juga menenggelamkan kepalaku di kolam renang minggu lalu, ketika aku bercanda, mengagetimu dari belakang dan kau anggap itu serius, kau tidak terima dan kau tega melihatku kehabisan napas dan meminum banyak air!!!" Helena akhirnya mengungkapkan semua hal yang ia tidak sukai. Ia merasa hal itu hanya Lorri lakukan karena tidak sengaja, tetapi nyatanya, kelakuan Lorri semakin parah dan mulai main fisik.
"KUBILANG CUKUP!!!" Lorri berteriak.
PLAK.
Satu tamparan mengenai pipi salah satu dari mereka.

TO BE CONTINUED
Kira-kira siapa tuh yang namparnyaa?😱 hohoo

You Might Also Like

0 komentar: